Agen JudiAgen Bola TerpercayaJudi CasinoJudi Online SBOBET 338a – Sukabet.Com

 

Hanya Imbang, Inzaghi Penuh Kekecewaan


Filippo Inzaghi, yang merupakan arsitek kebanggan AC Milan ini mengungkapkan penyesalannya karena timnya hanya mampu menahan imbang saat bertanding melawan Fiorentina yang dihelat dalam ajang Serie A. Meskipun demikian, pelatih yang akrab dengan sapaan Pippo ini mengungkapkan kebanggaannya terhadap performa anak asuhnya.

AC Milan's De Jong celebrates with his team mate Stephan El Shaarawy (L) after scoring against Fiorentina during their Serie A soccer match at San Siro stadium in Milan

Saat ini, AC Milan berada di urutan keenam klasemen sementara Serie A berada atu peringkat di bawah Lazio yang telah berhasil mengumpulkan sebanyak 15 poin. Peringkat yang kini diduduki oleh Milan merupakan peringkat yang lebih tinggi dari perolehan sebelumnya karea kesebelasan ini mampu memperoleh kemenangan secara beruntun dalam pertandingan lawan Chievo dan juga Hellas Verona beberapa waktu lalu.

Di babak pertama laga tersebut, AC Milan mampu mengungguli angka dari tim lawan karena Nigel De Jong mampu mengeksekusi si kulit bundar dengan maksimal. Namun ternyata, di babak kedua justru tim lawan bermain lebih ketat dan mereka mampu mencetak angka melalui tendangan Josep Ilicic yang merupakan pemain pengganti. Hingga pertandingan usai, tak ada tambahan angka untuk kedua klub. Keduanya pun mengakhiri pertandingan dengan hasil imbang.

Diakui oleh Inzaghi bahwa hasil dari laga kontra Fiorentina memang sangat tidak memuaskan. Namun, skuatnya yang mampu menahan imbang skuat Fiorentina yang sejak awal memiliki ambisi untuk menduduki peringkat ketiga di klasemen ini merupakan hal yang luar biasa. Memang laga tersbeut merupakan laga yang sangat seimbang meskipun Milan sendiri merasa gagal karena telah membiarkan Ilicic membobol pertahanan mereka.

Pippo mengungkapkan dua kemenangan sebelumnya yang mereka peroleh secara berturut-turut memang sempat membuat pelatih ini optimis akan mampu menciptakan kemenangan kembali dalam laga itu. Namun, nyatanya harapan yang sangat itu pupus ketika anak asuhnya tak mampu melakukan banyak hal ketika tim lawan memaksa memecah pertahanan mereka hingga akhirnya mampu menciptakan angka dan menyeimbangi angka yang Milan peroleh sebelumnya.

Terlebih Milan tak mampu berbuat banyak hingga pertandingan usai. Keduanya hanya mampu menghasilkan masing-masing satu angka saja tanpa ada gol tambahan.