Agen JudiAgen Bola TerpercayaJudi CasinoJudi Online SBOBET 338a – Sukabet.Com

 

Surat Spesial Marek Hamsik Kepada Para Suporter Napoli


Marek Hamsik sudah bergabung dengan Napoli sejak 10 tahun yang lalu sejak mereka baru pertama-tama kembali lagi ke Serie A. Sebagai salah satu pemain andalan Napoli di Serie A tidak ada yang bisa memungkiri kontribusi yang sudah diberikan oleh pemain Slovakia ini terhadap pencapaian yang berhasil diraih oleh Napoli sejauh ini. Itulah yang membuat dirinya membuat sebuah surat yang menyentuh hati para suporter Napoli untuk memperingati 10 tahun masa bakti Hamsik.

Surat Spesial Marek Hamsik Kepada Para Suporter Napoli

Surat Spesial Marek Hamsik Kepada Para Suporter Napoli

“Di Naples, kami tidak hanya punya seorang manajer sepakbola – kami punya tiga juta,” begitu ucapan pembuka Hamsik pada surat tersebut. “Setiap pria, wanita, dan anak-anak tahu apa yang terbaik untuk Napoli. Setiap bocah berusia empat tahun di taman tahu bagaimana caranya kami bisa mencetak lebih banyak gol. Setiap nenek berusia 90 tahun yang sedang berada di taman rumahnya bisa beritahukan anda mengapa anda perlu untuk mengganti formasi kami.”

“Perasaan itu… gairah tersebut, itu ada di darah mereka.”

Berusia 29 tahun, Hamsik sudah merasa seperti seorang penduduk Napoli. Ia bercerita tentang kisahnya ketika berusia tujuh tahun. Kala itu, ia melihat dua orang Brazil berlarian dengan begitu lincah di kota California.

Ya, Hamsik menceritakan tentang ajang Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat. Ia selalu menonton pertandingan tersebut pada jam 11 malam waktu setempat. Ketika orangtuanya sedang tertidur akibat letih bekerja, ia tetap terjaga dan memutuskan untuk menyalakan saluran televisi. Hamsik duduk sendiri di depan televisi dan menonton pertandingan yang dimainkan oleh Brazil.

“Brazil punya dua penyerang, Romario dan Bebeto. Saya terpesona dengan mereka. Gocekan, operan, dan kecepatan – saya menyaksikan setiap pertandingan mereka selagi saya bisa. Sepakbola yang dimainkan oleh orang Brazil benar-benar berbeda dengan segala yang pernah saya lihat di Slovakia, atau bahkan di pertandingan besar Eropa yang pernah saya tonton di TV. Benar-benar mengalir dengan bebas dan begitu kreatif.”

Hamsik juga bercerita tentang kisahnya tinggal di Brescia ketika baru memulai karir sebagai pemain sepakbola. Perlahan, ia sadar bahwa cara hidup Italia sangat cocok dengan dirinya. Ia bisa langsung menyesuaikan diri dengan permainan. Tak butuh waktu lama bagi Hamsik untuk ke skuad senior Brescia dan merasakan pengalaman bermain di kancah sepakbola tertinggi.

Tiga tahun berlalu, Hamsik akhirnya pindah ke Napoli pada tahun 2007. Ia langsung diperkenalkan pada hari pertama bersama seorang Ezequiel Lavezzi. Begitu sampai, Hamsik langsung tahu bahwa tempat ini berbeda dari semua yang pernah ia kunjungi sebelumnya. Ia tahu bahwa inilah tempanya seorang legenda sepakbola Diego Armando Maradona berlaga dulunya. Naples merupakan sebuah kota yang spesial dan Napoli adalah klub yang istimewa.

“Saya punya semua yang saya butuhkan di Naples, dan di Italia.”